Kalau tim sudah hafal alur gathering, ganti jenis tantangannya. Mulai dari kebiasaan kerja yang ingin dilatih bersama.

Mulai dari tujuan

Tentukan dulu apa yang ingin dibawa pulang oleh tim. Kalau orang dari divisi yang berbeda jarang bekerja bersama, rancang aktivitas yang memberi mereka alasan untuk bertukar informasi dan mengambil keputusan sebagai satu kelompok.

Pilih tantangan yang bisa diikuti peserta dengan kondisi fisik dan tingkat pengalaman yang beragam. Kalau permainannya memerlukan gerak, tetap sediakan peran yang berarti untuk orang yang lebih nyaman mengamati, mencatat, atau menyusun strategi.

Beri tim misi

Coba satu misi dengan hasil yang jelas. Misalnya, bagi tim menjadi regu kecil yang harus menyusun rute dari petunjuk yang tersebar. Setiap regu memegang informasi berbeda sehingga mereka perlu saling bertanya sebelum memutuskan langkah berikutnya.

Akhiri dengan refleksi singkat. Tanyakan kapan pekerjaan mulai lancar, siapa yang membantu kelompok keluar dari kebuntuan, dan apa yang ingin dicoba lagi saat kembali bekerja. Jawaban itu bisa dipakai sebagai bahan untuk merancang kegiatan berikutnya.

Catatan ringkas yang diadaptasi dari artikel asli di Jawsika .